MuslimEntrepreneur

today must become better than yesterday and tomorrrow.TDAY MUST BECOME THE BEST

  • としょかん/my Library

  • Laman

membudayakan HKI sebagai kunci ekonomi

Posted by muherbas pada Oktober 2, 2009

• Lembaga HKI muncul karena suatu kasus sederhana…..

HKI memiliki kepanjangan Hak Kekayaan Intelektual. HKI merupakan suatu lembaga yang bertanggungjawab pada penjagaan hak cipta yang dimiliki oleh seorang, kelompok tertentu atau lembaga tertentu, semisal: Peneliti (mahasiswa S1, S2 maupun S3 yang sedang melakukan tugas akhir dan Dosen universitas tertentu), perusahaan yang berkehendak untuk mematenkan nama merek (Brand Marking), proses produksi, maupun sistem perusahaan. Lembaga HKI muncul karena suatu kasus yang sangat sederhana sekali yaitu: ketika seseorang mengambil hak orang lain, lantas siapa yang bisa menengahi atau menghakimi kasus tersebut. Hal yang sangat ironi terjadi di kehidupan NYATA sehari – hari yaitu ketika seorang mahasiswa universitas tertentu diuji kelayakan skripsi oleh dosen luar yang ternyata skripsi mahasiswa tersebut adalah skripsi cetak ulang pleg (seluruhnya – red) dari dosen luar tersebut. Peristiwa tersebut menyalahi UU Hak Cipta / UU No 15 Tahun 2002 tentang hak pencipta untuk mengumumkan dan memperbanyak (kulinet.com). Akhirnya mahasiswa tersebut tidak dinyatakan lulus. Kasus lain adalah ketika penulis menyangka bahwa porduk tersebut adalah ”SPRITE” dalam kemasan lain yang ternyata setelah dilihat adalah ”SPIRITE” dengan warna dan corak yang sama pleg (kejadian di desa Banyuanyar Probolinggo). Peristiwa tersebut menyalahi UU Merk / UU No 15 Tahun 2001 dimana Merk merupakan gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan nama atau kombinasi dari unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam perdagangan barang atau jasa (kulinet.com). Seandainya tak ada lembaga HKI, apa yang akan terjadi?. Meskipun hanya sebuah nama, bisa dibilang produk SPIRITE merupakan simbiosis parasit bagi produk SPRITE karena hal itu menyangkut istilah ”BRAND MARKING”. Berita di media telekomunikasi juga seringkali menceritakan tentang kasus penangkapan perusahaan yang telah mengoplos (membuat barang palsu merek lain – red). Layak bila HKI disebut sebagai lembaga Hak Kekayaan Intelektual yang menagani masalah paten produk ataupun lainnya.

• Peristiwa menyakitkan hati justru menyadarkan masyarakat akan…..

Indonesia tercinta akhir – akhir ini dilecehkan oleh bangsa yang dahulunya banyak belajar dari bangsa Indonesia. Ibarat air susu dibalas air tuba, pengambilan karya seni dan budaya Indonesia oleh Malaysia sangat menyakitkan hati seluruh masyarakat Indonesia dan juga melanggar UU Hak Cipta / UU No 15 Tahun 2002. Namun hal itu justru menyadarkan masyarakat tentang pentingnya paten suatu karya. Masyarakat berunjuk rasa menentang kekurangajaran pemerintah Jiran bahkan para hacker Indonesia pun memiliki ide untuk mengacaukan Malaysia. Namun ironisnya, sekian banyak persen masyarakat mengenal istilah tersebut sebagai ”pencurian” karya seni dan budaya bukan sebagai ”pematenan” karya seni dan budaya. Banyak masyarakat yang belum mengenal paten lebih dalam terlebih pentingnya paten. Padahal, apabila kita memiliki atau menemukan suatu ide yang layak untuk dipatenkan dibiarkan begitu saja, maka ide itu akan menjadi bumerang bagi pemiliknya. Lantas siapa yang patut dirugikan?. Apabila ditanya sejauh mana pentingnya HKI?, maka jawaban yang tepat adalah sejauh mana seseorang belajar peduli terhadap diri sendiri dan bertanggungjawab terhadap diri sendiri. HKI memberikan suatu pelajaran bagi kita untuk berkembang, melangkah maju, menghargai dan menghormati karya diri sendiri maupun karya orang lain, karena lembaga inilah yang nantinya memunculkan berbagai ide – ide kreatif masyarakat, kerjasama, saling menghargai hingga bangsa Indonesia nantinya mencerminkan Pancasila sila ke dua yaitu menjadi ”KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB”. Adil dalam bersaing dan beradab dalam menghargai karya orang lain maupun karya sendiri.

• Indonesia tidak hanya malu, melainkan…..

Malaysia tidak serta merta begitu saja melayangkan uang untuk mematenkan karya seni dan budaya Indonesia. Bangsa Indonesia bukan hanya malu karena pelecehan melainkan merugi secara finansial karena setiap kali kita memakai karya/ide orang lain (Malaysia – red) minimal kita mendapat ijin dari pemilik ide ato karya bahkan bisa jadi kita akan membayar lebih uang untuk memakai karya orang lain (Malaysia – red). Pariwisata di Bali yang bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan harus menyisihkan sebagian uang untuk negara Malaysia. Kasus lain seperti resep makanan ato sistem suatu perusahaan dalam hal ini yang dikenal sebagai Franchise juga tidak boleh sembarangan menjual ide kepada orang lain karena yang dijual bukan hanya resep melainkan juga nama yang telah dikenal oleh masyarakat bertahun – tahun sebelumnya, dan juga sistem bahkan resep perusahaan. Apabila Franchisor tersebut memiliki Hak Paten, maka tidak ada seorangpun yang berhak memakai Hak Paten tanpa seijin Franchisor. Apabila sebaliknya, maka bisa jadi orang akan mengakui hak karya kita. Penelitian juga dapat mendatangkan keuntungan bagi para inventor yaitu kalangan mahasiswa dan dosen apabila menemukan suatu formula layak jual atau formula baru untuk proyek suatu perusahaan swasta. Semisal, limbah abu layang dari suatu pembangkit tenaga listrik yang berbahaya bagi lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna sebagai pembuatan Zeolit dan sebagai filler semen. Apabila ide ini layak jual, berapa keuntungan yang didapat oleh para inventor?. Sudah saatnya seluruh masyarakat Indonesia semua strata wajib mengenal tentang HKI sehingga tidak ada lagi istilah ”JAHILIYAH alias PEMBODOHAN”. Sudah saatnya pula seluruh lapisan masyarakat membudayakan penghargaan HKI sebagai kunci ekonomi kreatif.

Written by Muherbas (Muhammad Heru Baskoro)

FMIPA KIMIA ITS

Probolinggo

2009

di Facebook.com

Satu Tanggapan to “membudayakan HKI sebagai kunci ekonomi”

  1. Usup Supriyadi said

    ….semoga kepiluan terhadap bangsa Indonesia akan segera pergi menjauh….

    ….dan segera datang masa gemilang!
    ….siapa yang datang mendatangkannya?

    Saya, Anda, dan Kita semua bangsa Indonesia, Mari Bangit Sebangkit-Bangkitnya Bersama!
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: